Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2011

Kolong Pikiran

Di bawah kolong
Berselimutkan ide
Datang tak mengetuk
Tertumpuk satu persatu
Pikiran terjepit
Segumpulan ide menggelinding
Sesak menyesaki
Menggumpal tanpa alasan
Hanya menyisakan kedunguan

-Di lembar soal ujian! tertulis demikian.- 

Selasa, 14 Juni 2011

Takut pada Ketakutan yang tak Perlu ditakuti

Perpisahan adalah satu-satunya kepastian dari ketidakpastian
Seperti takdir yang berjalan tanpa kita singkap
Lalu kenapa kita harus takut mati?


Kesempurnaan hanya Fana
Seperti Tuhan yang kita percaya ada tanpa mata kita menerawang
Lalu kenapa kita harus takut dibenci


Adakah sebongkah ketakutan yang harus kita takuti?


Kalau pisau hanya besi yang bisa karatan
Kalau senapan hanya senjata yang bisa meleset dari sasaran
Kalau kebencian hanya perlu waktu untuk menyembuhkan
Kalau kekayaan hanya godaan
Kalau perpisahan hanya ditinggal pergi sang fulan
Kalau kegagalan hanya ketidak berhasilan
Kalau kematian hanya awal kehidupan pada keabadian
Kalau gelap hanya lawan dari terang dunia
Kalau syetan hanya jiwa yang dimiliki setiap jiwa
Kalau kesakitan hanya rasa yang jarang terasa
Kalau neraka hanya untuk para pendosa

Kamis, 25 November 2010

Rindu

Kutitipkan rinduku pada angin
Terbawa tiupan tak kasat mata
Buram mengayun gerakan
Tak jelas mau kemana
Tersesat tanpa mengenal arah
Buyar begitu saja!!!
Kutitipkan rinduku pada air
Mengalir jelas dari tinggi ke rendah
Sehilir terombang-ambing kerikil
Kandas di tepi karang tak tercegah
Kutitipkan rinduku pada api
Membara di dingin anugerah malam
Membakar kejam
Hanya tersisa arang
Habis terpanggang

Senin, 25 Oktober 2010

Di bawah Ketiak Setan

Bar ngaji trus aku berubah jadi abu.
Bur! Keterak angin

Ning ngisor wit meneng aku. Setan datang dan bertanya
“lagi ngapain yank?’

Nemu botol. Tak gosok. Keluarlah jin berkaus oblong. Menawarkan berupa rupa permohonan.

Lagi termangu di pinggir jembatan. Berniat bunuh diri. Iblis datang dan berkata
“ rokok bang?”

Di bawah lampu remang remang di pojok jalan. Terkulum seringai senyuman setan.
Di bawah pohon jatuh. Gedebuk! Kepala menyala nyala!

Lilinku bergoyang. Aku hampir tertangkap!

Hap! Genderuwo menelanku bulat bulat

*Kolaborasi saya dan Handika berawal d
ari keisengan melalui sms
22Oktober2010

Sabtu, 25 September 2010

Naga Merah

Naga merahku akhirnya kembali
Mendarat ke sangkar besarnya
Di belakang istana
Naga merahku mengaung keras
Tanda bahagia akan pertemuan
Atau tanda ketidak sabaran
Merobek jalanan malam
Meliuk terbang siang hari
Menukik ke atas saat badai dan hujan
Terbang memutar saat naga merah melihat sang pujaan hati
Memelan saat pohon merontokkan daunnya
Aku sungguh tak kuasa
memenjara keinginan lebih lama lagi
Segara mengajak naga merah
Terbang bebas lagi dengan naga merahku
Melipat jalanan
Membungkus awan
Menertawai dunia
Membelakangi lautan
Mempercundangi bayangan yang jauh di bawah
*Dedikasi untuk montor Blade merahku yang sudah 1 minggu kutinggal di Kediri.

Pangeran Kacamata

Pengeran kacamataku kau kemarin hadir dalam hidupku
Begitu dekat, tak seperti biasanya yang hanya bisa kupandangi dari kejauhan
Aku bisa memandangmu, walau aku masih sering tertunduk tak mampu
Merasakan kehadiranmu
Mendengar gelak tawak dan percakapanmu
Kini aku tersiksa lagi oleh kerinduan denganmu
Rindu saat sedih bersamamu
Rindu saat kau mau setia menemaniku dalam kesremawutan hidup
Rindu saat liburan kau menelponku,
Lama melepas kerinduan
Membiarkan terbang
Dan saat aku selalu tak bosan menceritakanmu ke ayah dan ibuku
“ Hidupku sekarang berbeda, Aku sekarang punya sahabat!”
Saat sekarang kita semua dibayang-bayangi kematian
Saat berpisah dengan begitu terasa begitu menyakitkan
Saat aku tau
Tak sepenuhnya kau yang menginginkan ini semua
Ketakutan dan kepengecutanku turut ikut campur
Pangeran kacamata
Sang kodok merindukamu
Kau sahabat sang kodok yang tak tergantikan
Tak terbelah
Tak terbagi
Kelak ketika sang kodok sudah menjadi abadi
Sang kodok tak akan lelah mencarimu
Setia menunggu dalam cipratan pertemuan surga
Selamanya

Rabu, 25 Agustus 2010

Aku,Aku,Aku....Kamu,Kamu,Kamu....

Kau orang hebat
dan aku orang bejat

kau orang kaya
dan aku tak punya apa-apa

kau orang cerdas
dan aku orang naas

kau orang beken
dan aku tak pernah keren

kau orang rupawan
dan aku sama sekali tak tampan
---
kenapa aku ditakdirkan mengenalmu
kau sekarang menyiksaku
kau mengejewantah menjadi tokoh utamaku
diotakku
akhir-akhir ini hanya ada dirimu
memanggilku untuk diramu
menjadi cerita tak bermutu
kamu
kamu
kamu
dan hanya kamu
---
kau bukan sahabatku
dan aku tak terlalu mengenalmu
kau bahkan jarang menyapaku
aku lebih takut menyapamu
karena aku tau
kau membenciku
dan aku ilfeel denganmu
memandangmu
keminderan bagiku
aku seperti upik abu
dan kau anak sang ratu
aku
aku
aku
aku
dan aku
tak pernah sebending denganmu
---
aku mungkin lebih beruntung tidak mengenalmu
kau mengingatkanku
pada kawan lamaku
yang membenciku
yang meninggalkanku
yang berpisah denganku
dan itu membuatku
merasa takut semakin mengenalmu
---

Jumat, 25 Desember 2009

Kutunggu

Masih menunggu di stasiun
Menunggu sesuatu yang tak pasti
Lama
Detik berganti menit
Menit pun berlalu
Sekarang jam yang menggantikan menit
Yang kutunggu tak kunjung datang
Lelah
Kecewa
Lalu apa?
Apakah aku akan menyalahkan keadaan?
Atau menyalahkan diri sendiri?
Ingin rasanya bangkit
Menghubunginya
Ah tidak…terlalu gengsi untukku
Aku ingin dia yang menghubungiku
Aku hanya ingin mengujinya
Seberapa dia membutuhkan aku
Aku hanya ingin tau
Seberapa dia mengaharapkan aku
Aku hanya berharap
Dia datang membujukku pulang
Dia datang untuk mengatakan bahwa
Apa yang kupikirkan salah
Biarlah aku menunggu sebentar lagi…
Masih terlalu besar dihatiku
Ini sepertinya kereta terakhir
Di malam ini
Aku melihat
Ratusan orang mulai keluar gerbong
Satu, dua, tiga….
Seratus…..
Seratus satu…
Orang terkhir pun keluar
Ternyata juga bukan kamu
Sekarang memang aku harus bangkit
Bukan untuk menghubungimu
Tapi untuk pergi
Melupakanmu
Memulai sesuatu yang baru
Bersama orang lain
Yang mungkin akan jauh lebih baik darimu
Meniggalkanmu sebagai kenangan
Terimakasih untuk masa lalu darimu
Indah…
Walau sekarang itu hanya masa lalu

Ini Bernama Cinta

berawal dari setahun yang lalu
kecelakaan kecil membuat perubahan besar
dalam hidup kita berdua
perubahan itu bernama PERNIKAHAN

aku menjadi mencintaimu,kamu pun demikian
kamu menjadi mencintaiku, aku pun menganggapmu bidadariku
senyum mu...
kerlingan matamu...
lesung pipimu...
semua berubah menjadi firdaus dunia bagiku

kamu selalu menyediakan makan pagi untukku
walau aku tau sebenarnya kamu baru belajar untuk itu
kamu selalu mencuci pakaianku hingga besih
walau aku tau sebetulnya kamu tidak terbiasa dengan itu

1 tahun setelah itu...
kehidupan kita semakin meriah oleh adanya
pangeran kecil kita "Kholid"

kerja kita menjadi berlipat-lipat
kita tak terlalu paham dengan siang atau malam
yang kita tau kalau sang bayi menangis
kita harus segera menghiburnya

suatu ketika aku lihat dirimu menangis
ku ajukan pertanyaan " Kenapa sayang?"
kamupun menjawab dengan sesenggukan
"aku capek yah, kholid gak mau berhenti menangis"
segera tanpa perlu kau minta
aku menggantikanmu menggendong kholid
setelah kholid tidur
aku beranjak mendekatimu
ku pijat punggungmu
bukan dengan tenaga tapi dengan CINTA

sekarang setelah 20 tahu berlalu
kelauarga kita bagai kesebelasan sepak bola
aku, kamu, kholid, asma, furqon, ahmad, fatimah, asyiah,
hasan, husein, umar
hari-hari terasa selalu ada keistimewaan

kita selalu dituntu untuk senantiasa belajar
belajar memenuhi 9 kebutuhan yang berbeda
mengabulkan 9 keinginan berbeda
memahami 9 karakater berbeda
dan kita terus dituntut belajar lagi, lagi dan lagi

bukan berarti kita pasangan yang tanpa masalah
kamu pernah marah karena cemburu
aku pun pernah merasakannya
hingga terkadang luka-luka kecil itu ada dan membekas
tapi selalu tak lebih dari 3 hari
kita mampu merubah gelap menjadi terang
semu menjadi nyata
hampa menjadi ceria
diam menjadi bahagia
cemberut menjadi senyum

hah semoga kita akan selalu diikat oleh do'a kita
kepada Rabbi kita yang punya kuasa akan segala CINTA

yah, sebuah doa yang akan selalu kita panjatkan
" Ya Rabb, satukan kami sekeluarga 10 tahun lagi, 100tahun lagi
100 tahun lagi, hingga akhir surga itu menjadi rumah kami"

2 Desember 2009